Pada artikel sebelum ini kita telah membahas SEO untuk YouTube. SEO YouTube adalah salah satu cara Anda untuk membuat konten muncul pada laman pencarian YouTube atau di ranking pertama YT. Setelah Anda menentukan keyword yang tepat, hal yang perlu dilakukan adalah mengoptimasi YouTube. Bagaimana cara optimasi YouTube agar mudah ditemukan pengguna? Simak terus ya….
Publikasikan Video dengan Retensi Tinggi
Jika Anda ingin mendapatkan peringkat video, Anda harus membuat orang menonton. Jumlah video Anda yang ditonton orang dikenal sebagai Audience Retention atau Retensi Penonton.
Apa itu Retensi Penonton? Audience retention atau retensi penonton adalah persentase rata-rata dari video YouTube yang ditonton orang. Video dengan skor Retensi Penonton yang tinggi cenderung memiliki visibilitas (atau potensi bisa di lihat) yang meningkat di platform YouTube. Misalnya, katakan Anda baru saja mempublikasikan video yang berdurasi 10 menit. Jika orang menonton video Anda selama rata-rata 5 menit, Retensi Pemirsa Anda pada video itu adalah 50%.
YouTube telah mengatakan: “Retensi Penonton” adalah faktor peringkat yang paling BESAR.
Dengan kata lain:
Jika Anda membuat orang tetap di video Anda, YouTube akan memberi peringkat video Anda lebih tinggi dalam hasil pencarian. Lagi pula, YouTube ingin orang-orang tetap di platform sehingga mereka mengklik iklan. Makanya, jika Anda membantu mereka dengan tujuan itu, mereka akan mempromosikan video Anda.
Pertanyaannya adalah:
Bagaimana Anda membuat video yang membuat orang terlibat dan nyaman berlama-lama menonton? atau yang lebih dikenal sebagai “High-Retention Video”)
Berikut adalah Cara Meningkatkan Retensi Penonton dengan 3 Langkah Sederhana:
- Awali video dengan menyebutkan topik video. Anda bisa memberikan ringkasan isi video. Dengan begitu, video tersebut akan meningkatkan perhatian penonton di YouTube. Mengapa menyebutkan topik di awal video penting? Karena sekitar 20% orang yang memutar video Anda akan pergi setelah 10 detik pertama. Kebanyakan karena orang di video tersebut tidak melakukan pekerjaannya dengan baik ketika meyakinkan penonton bahwa mereka ada ditempat yang tepat. Jadi, Anda harus bisa meyakinkan mereka untuk tidak beranjak pada 10 detik pertama
- Masuk langsung ke konten. Ketika seseorang baru memulai membuat video YouTube, biasanya mereka kebanyakan perkenalan diri dan ternyata itu membuat retensi video mereka menjadi rendah, Oleh karena itu, jangan terlalu banyak basa-basi, langsung saja pada inti apa yang mau Anda sampaikan.
- Memberikan kesimpulan atau pembahasan video yang akan datang. Biasanya di bagian akhir, retensi video akan meningkat, orang ingin mencari inti dari pembicaraan Anda. Anda bisa membuatnya sebagai penutup yang baik. Hal itu bisa membuat orang penasaran dengan video selanjutnya jadi mereka akan tetap menonton di channel Anda atau mulai memencet tombol subscribe untuk channel Anda.
Video dengan retensi tinggi sebenarnya tidak memerlukan kamera atau mikrofon mewah. Anda benar-benar tidak perlu berkeringat dengan budget nilai produksi sebanyak itu. Selama video Anda berharga dan menarik untuk ditonton, Anda pasti mendapatkan retensi yang tinggi
Intinya
Jika video Anda tidak disukai kebanyakan orang, konten tersebut akan sulit untuk masuk peringkat, tidak peduli seberapa optimal SEO yang Anda kerjakan. Tidak seperti Google – yang dapat menggunakan backlink dan cara lain untuk mengevaluasi kualitas konten – YouTube tidak memiliki kemewahan seperti itu. Jadi mereka mengandalkan Retensi Penonton.
Itulah 3 Cara membuat Video Anda memiliki retensi penonton yang tinggi. Jika Anda berhasil mendapatkan high-retention video yang menjulang, sudah pasti video Anda akan masuk ranking YouTube. Orang akan lebih mudah menemukan channel dan konten Anda. Tertarik untuk membaca artikel selanjutnya menengai YouTube Marketing? Pantengin terus blog iBiG Digital tiap hari. Get in touch with us! Instagram @ibigdigital atau Facebook Fanpage iBiG Digital.

