hari-raya-nyepi

Menyepi: Istirahatkan Aktivitas Digital Anda

Menyambut Hari Raya Nyepi 1941 Saka masyarakat Bali yang merayakannya membuktikan bahwa digitalisasi sama sekali tidak menggerus agama dan kepercayaan yang mereka anut.

Selama beribadah, masyarakat hindu melakukan ritual amati pekaryan alias tidak boleh ada aktivitas apa pun yang dilakukan selama hari raya berlangsung. Baik itu memasak, menyalakan TV, atau pun melakukan kegiatan hiburan lainnya.

Sehari Tanpa Internet

Sudah dua tahun belakangan pemerintah daerah bali memadamkan internet dan provider. Cukup banyak mengundang kontroversi memang, tapi langkah ini diambil untuk toleransi di hari raya. Internet akan padam mulai dari jam 06.00 sore – 06.00 sore di keesokan harinya.

Sebagai bentuk pengormatan terhadap hari raya umat Hindu tersebut, Kominfo melalui Direktorat Telekomunikasi Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika mengeluarkan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2019 Tentang Himbauan Untuk Melaksanakan Seruan Bersama Majelis Agama Dan Keagamaan Provinsi Bali Tahun 2019.

Adapun isi surat edaran tersebut berisi dua himbauan. Pertama, Kominfo mengajak kepada seluruh penyelenggara telekomunikasi yang menyediakan layanan akses internet di Provinsi Bali untuk mematikan akses internet pada 7 Maret 2019 mulai pukul 06.00 WITA sampai dengan 8 Maret 2019 pukul 06.00 WITA.

Terlepas dari segala kontroversi tersebut, keputusan Pemerintahan Daerah Bali untuk meniadakan internet selama Nyepi patut diacungi jempol. Hal ini merupakan wujud penghormatan dan penghargaan terhadap warga yang merayakan Nyepi di era digital ini. Hal ini juga ditujukan agar umat hindu lebih khusyuk menjalankan Hari Nyepi.

Suasana Hari Raya Nyepi pada tahun ini akan kembali hening dari internet. Pemerintah telah ‘merestui’ pemadaman akses internet saat umat Hindu merayakan hari besarnya pada 7 Maret.

Pemadaman akses internet ini hanya berlaku di wilayah Bali, tidak untuk daerah lainnya. Kecuali di lokasi-lokasi vital seperti rumah sakit, kantor polisi, BNPB, SAR, dan lain-lain.

Tujuan lain untuk mematikan internet juga mendukung umat Hindu dalam menjalankan “Catur Brata Penyepian”, terutamanya mengistirahatkan diri, pikiran dan perkataan demi meningkatkan spiritualitas umat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *