Selain menonton televisi, apa platform yang paling sering Anda gunakan? Aplikasi menonton film streaming, menonton televisi tapi di live streaming website, atau membuka aplikasi YouTube. Betul sekali, perkembangan internet yang sangat pesat dewasa ini menyuguhkan banyak hal yang memudahkan dan menghibur hanya dengan sebuah gadget. Pun, orang lebih menikmati bersosialisasi di dalam dunia maya.
Youtube menjadi aplikasi media paling populer di Indonesia selain Instagram. Sebab, lebih dari sepertiga pengguna internet di Indonesia aktif menggunakan Youtube. Soalnya, Google menyebutkan bahwa ada 50 juta pengguna aktif YouTube per bulan dari total 146 juta pengakses internet di Indonesia. Luar biasa!
Dalam sehari, orang Indonesia rata-rata menggunakan YouTube selama 42,4 menit. Durasi waktu itu meningkat 155 persen pertumbuhan dari waktu menonton di tahun sebelumnya. Sementara, 75 persen trafiknya berasal dari seluler. Apakah Anda salah satu dari mereka? Saya sih memang berkontribusi atas angka-akangka tersebut 😊
Berapa banyak orang yang menonton YouTube?
CEO YouTube Susan Wojcicki mengungkapkan aneka konten di platform video sharing tersebut disaksikan oleh 1,8 miliar pengguna yang terdaftar setiap bulannya pada tahun 2018. Ini belum termasuk jumlah orang yang menonton YT tanpa memiliki akun YT. Jumlah ini bertambah 3 miliar dibanding pada pertengahan tahun 2017.
Tahun 2018 menjadi masa kejayaan YouTube. Banyak pencapaian yang diraih aplikasi video sharing ini. Misalnya, video live streaming penyanyi Beyonce di festival musik Coachella, yang disimak secara langsung oleh 41 juta penonton. Lalu ada juga video musik Despacito yang menjadi video terpopuler sepanjang sejarah YouTube dengan mengumpulkan jumlah view sebanyak 5 miliar bulan lalu.
Sayangnya, YouTube juga di hadapi dengan berbagai masalah yang muncul termasuk maraknya konten yang tidak ramah anak (elsagate) dan bersifat teori konspirasi.
“Ini adalah dampak sebuah platform terbuka. Tapi keterbukaan itu juga membawa tantangan karena ada pihak-pihak yang menyalahgunakan layanan kami,” Susan Wojcicki.
YouTube: the One and Only
Selain masalah-masalah dan pencapaian YouTube di tahun 2018, mereka juga memperkenalkan berbagai fitur baru. Salah satunya adalah fitur ‘Take a Break’ yang menungkinkan pengguna untuk mengatur batas waktu nontonnya.
YouTube menjadi aplikasi streaming pertama yang memberitahu penggunanya untuk berhenti menonton. Dengan ini, pengguna bisa menyetel pengingat setiap 15, 30, 60, 90, atau 180 menit, yang akan membuat video berhenti. Pengguna kemudian bisa memilih untuk memberhentikan reminder dan lanjut menonton, atau menutup aplikasi.
Seperti alarm yang terset secara otomatis ketika kita menonton YT. Selain itu, ada juga fitur baru lain yang bisa mematikan suara notifikasi selama periode waktu tertentu setiap hari.
YouTube juga tengah mempersiapkan peluncuran ‘profil waktu tontonan’, yang akan muncul di menu akun. Profil ini memperlihatkan waktu tonton rata-rata harian pengguna, serta berapa lama pengguna melihat video YouTube hari ini, kemarin, dan selama seminggu terakhir.
Ini akan membatu pengguna mengelola kebiasaan menonton di YouTube. Mereka menyediakan platform yang menjadi favorit para pengguna, boleh jadi di katakan, menjadi kiblat perubahan perilaku manusia. Tapi, mereka juga mampu mengatasi efek yang mereka timbulkan dengan fitur-fitur yang diluncurkan. Baik sekali ya, memang sejalan dengan visi dan misi YouTube untuk bisa mencatat sejarah yang positf.
Bagaimana, apakah Anda sudah memaksimalkan ditur YouTube atau melakukan manajeman waktu tonton secara manual? Bagikan pengalaman Anda di kolom komentar 😊

