Tentu ada beragam bentuk media pemasaran, tapi mana yang paling efektif? Memilih tempat untuk memasarkan produk yang efektif sebenarnya tergantung pada audience yang ingin dicapai.
Kita harus tahu dan menentukan karakteristik pendengar atau target pembeli sesuai dengan produk yang kita miliki. Setelah itu kita dapat menentukan dimana kita akan memasarkan produk.
Dilihat dari bentuk media, kita dapat mengelompokkannya menjadi dua bagian yakni konvensional dan digital. Pemilihan platform untuk memasarkan produk harus dipikirkan secara matang seiring dengan strategi pemasaran.
Jangan sampai kita salah menentukan platform pemasaran yang akhirnya dapat merugikan pundi-pundi keuangan. Mau untung, malah buntung.

(Sumber: https://www.pexels.com/)
Media Pemasaran Konvensional
Siapa yang tidak asing dengan televisi, radio, koran, ataupun kertas selebaran informasi alias flyer? Teknik periklanan ini sudah sejak lama digunakan. Oleh karena itu, kita dapat membagi jenis media konvensional menjadi media elektronik dan cetak.
1. Media Elektronik
Yang masih terkenal dan digandrungi sampai saat ini adalah televisi/TV. Biasanya iklan di televisi berada di sela-sela sebuah acara. Budget iklan di media tersebut tergantung pada slot yang tersedia, rating acara tv, dan jam tayang.
Namun kini, iklan dapat disisipi dalam acara tersebut. Misalnya, pada acara variety show, pembawa acara menyebutkan dan menggunakan brand tersebut pada satu segmen.
Berikutnya ada media iklan melalui radio. Bentuk iklan radio biasanya berupa drama dengan bentuk-bentuk sound effect yang mendukung. Beberapa tahun terakhir, channel pemasaran ini mulai turun pamornya seiring dengan pindahnya pengguna radio ke media internet yang lebih canggih.
2. Media Cetak
Media cetak sendiri bisa berupa koran, majalah, flyer dan brosur, poster, spanduk, banner, baliho hingga reklame. Penyebarannya sendiri cukup terbatas dengan biaya pemasangan iklan yang cukup tinggi.
Meskipun media koran dan majalah mengalami kelumpuhan karena persaingan di era digitalisasi, medium lainnya masih mampu beradaptasi dan memiliki pengguna setia. Flyer juga masih dapat digunakan sebagai media promosi untuk meraup konsumen di satu kawasan.
Tidak hanya itu, cara beriklan kini menjadi lebih luwes. Bermodal kreatifitas dan dengan cara berpikir yang out of the box, iklan di media tradisional ini dapat menarik perhatian audience. Salah satunya, baliho GO-Jek di perempatan kuningan yang sempat viral. Banyak masyarakat yang penasaran, kaget, atau kagum dengan iklan yang tidak biasa tersebut.
Sayangnya, karakteristik utama media konvensional cenderung satu arah. Audience tidak dapat secara langsung memberikan feedback atau mendapatkan jawaban dari rasa penasarannya mengenai suatu produk.
Bisa jadi, iklan tersebut hanya sekali lihat dan isinya tidak sampai, bahkan tidak menggugah audience. Namun, hal ini dapat disiasati dengan konten iklan yang bend the rules.
Media Pemasaran Digital
Perubahan perilaku milenial dan kehadiran Gen Z yang lebih menyukai kemudahan akses mempengaruhi peran media pemasaran secara digital. Wajar saja, begitu dekatnya generasi sekarang ini dengan perkembangan internet dan penggunaan ponsel pintar.
Digital marketing sekarang dinilai paling efektif karena generasi XYZ menjadi sasaran paling empuk yang merajai pangsa pasar.
Pemasaran dilakukan melalui media online, blog, dan situs jejaring sosial seperti Instagram, Youtube, Facebook, Twitter, Kaskus, bahkan keberadaan market place juga mulai menjamur.
Konten iklan dari media digital sekarang cukup variatif mengikuti perkembangan bentuk media sosial. iBig juga sudah melakukan pemasaran konten di Instagram iBiG Digital dan Facebook iBig Digital.
https://www.instagram.com/p/Bq_8luBgqCG/
Adapun bentuk iklan di media digital meliputi,
- Pop Up Ads
- Banner Ads
- Native Ads
- Video Ads
- Social Media Ads (Facebook, Instagram, dll)
- Search Engine Ads
- Endorse dari influencer
- Adlibs
- Spot di radio streaming
Masih banyak bentuk-bentuk iklan digital lainnya. Namun yang harus diperhatikan, kita harus memiliki kemampuan copywriting untuk mencuri perhatian audience. Penggunaan kata kunci yang tepat membuat pengunjung mudah menemukan konten yang kita buat.
Dengan bantuan Search Engine Optimization (SEO) kita dapat memasarkan dan memosisikan konten pada peringkat yang lebih baik di mesin pencari seperti Google.
Tapi untuk bisa memanfaatkan media pemasaran digital, setidaknya kita juga perlu membuat beberapa aset digital sebagai media pendukungnya. Sebut saja website akun sosial media.
Setelah itu, jangan lupa membuat rencana dan strategi digital marketing yang tepat agar program iklan yang dijalankan memberi dampak positif bagi penjualan produk.

