Sosial Media Diblokir Pemerintah, VPN Naik Daun

Pengumuman resmi hasil penghitungan suara Pemilihan Presiden 2019 menuai ricuh di berbagai tempat. Banyak aksi protes yang berujung bentrok. Bentrokan ini tentunya memakan korban dan merugikan banyak pihak baik secara materiil dan immateril.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil rekapitulasi suara pada Selasa, 21 Mei 2019 pukul 02.00 dini hari. 1 hari lebih dahulu daripada ketentuan awal yakni 22 Mei 2018. Hari itu, banyak pendemo yang berunjuk rasa hingga dibubarkan pada pukul 21:00 malam.

Akibat dari kerusuhan ini, media sosial seperti Whatsapp, Facebook, dan Instagram diblokir sementara hingga 3 hari ke depan.

Kronologi Pemblokiran Media Sosial Oleh Pemerintah

Dilansir dari Okezone.com, sebelumnya aksi demo berlangsung kondusif. Bahkan, polisi memperpanjang lamanya aksi sampai membiarkan mereka buka bersama. Beberapa polisi pun ikut melangsungkan tarawih bersama. Mereka meminta pendemo untuk mundur pukul 21:00.

Namun, entah siapa dalangnya, pukul 23:00 gedung Bawaslu kembali dikepung massa yang berjumlah kurang lebih ratusan orang dan merusak kawat pembatas berduri. Proses negosiasi pembubaran massa tidak berhasil, akhirnya mereka di dorong mundur oleh polisi. Saat itu, bentrokan dimulai. Massa banyak yang melemparkan batu, kayu, dan bom molotov.

Bentrokan tersebut melebar ke Tanah Abang. Bahkan bentrokan pecah di Asrama Brimob Petamburan. Huru-hara ini menggegerkan warga yang hendak menjalani aktivitas seperti biasa. Meski sudah diantisipasi akan adanya kerusuhan, tetapi bentrokan ini sampai memblokade fasilitas umum dan terganggunya moda transportasi.

Stasiun Tanah Abang sempat ditutup sampai keadaan kondusif. Disusul dengan Stasiun Palmerah yang ditutup. Akibatnya, banyak kantor-kantor yang meliburkan karyawannya. Keadaan ini sempat membuat panik masyarakat.

Kekerasan demi kekerasan bentrokan beredar juga di media sosial. Aksi lempar bom, petasan, dan batu yang dilakukan massa menjadi viral. Atas kejadian ini Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyatakan bahwa layanan media sosial sementara dinonaktifkan.

Hal ini bukan tanpa alasan. Kemudahan penyebaran informasi melalui gambar dan video akan lebih mudah menyulut emosi seseorang. Kemudian akan menjadi provokasi serta memperkeruh keadaan. Tujuan pemblokiran sementara ini juga untuk menghentikan penyebaran hoax yang dimanfaatkan pihak tertentu. Untuk memecah belah bangsa Indonesia.

Sejak Selasa siang, 22 Mei 2019, banyak orang mengeluhkan media sosial yang tidak bisa diakses. Dikiranya WhatsApp, Instagram, dan Facebook down lagi seperti sebelum-sebelumnya. Padahal, pemerintah melalukan pemblokiran sementara secara bertahap selama 3 hari ke kedepan.

Saat ini, WA sudah bisa diakses untuk sekedar mengirim pesan biasa. Sayangnya, kita masih belum bisa membagikan gambar atau video. Betul, pemerintah secara bertahap juga membuka dan memperlambat fitur-fitur tertentu di media sosial.

Instagram diblokir sementara, platform media sosial yang menjadi leading tren untuk berbagi konten foto dan video masih belum bisa diakses.

Begitu pula YouTube, kita dibatasi pada saat mengupload video. Namun, tenang saja. Kita masih bisa menikmati konten musik dan video lainnya yang sudah ter-upload sebelum ketetapan ini.

Gunakan VPN untuk Mengakses Media Sosial yang Diblokir

Sudah menjadi rahasia umum sebenarnya untuk mengakses situs atau aplikasi yang dilarang atau di blokir pemerintah. VPN pernah naik daun saat aplikasi Zepeto tidak bisa diakses di Indonesia.

Kini, banyak orang lebih memahami apa itu VPN dan fungsi sebenarnya. Ingat, ketika kita bisa membuka satu pintu yang terkunci, pintu-pintu lainnya juga akan ikut terbuka. Anda harus bijak dalam menggunakan VPN karena ini bisa menjadi kebaikan dan keburukan sekaligus.

Apa Itu VPN?

VPN merupakan kepanjangan dari Virtual Private Network. VPN adalah koneksi yang terjadi secara virtual pada jaringan tertentu tanpa adanya koneksi riil yang terenkripsi.Jaringan koneksi pribadi ini yang menjadi perantara mengkoneksikan satu jaringan dengan jaringan lainnya secara privat. VPN menggunakan Alamat IP internet yang berbeda dari yang digunakan.

Ibarat terowongan,  VPN bekerja melewati jalur khusus untuk menghubungkan penggunanya dalam mengakses internet. Misalnya, Anda berada di Indonesia dan ada situs Instagram di blokir pemerintah. Tidak di pemerintahan lain seperti Canada atau Amerika, bukan? Jadi, Anda bisa menggunakan jaringan dari negara lain untuk membuka situs yang di blokir di Indonesia.

Dampak Negatif Penggunaan VPN

Seperti yang tadi di bilang, VPN bisa menjadi kebaikan dan keburukan untuk Anda sekaligus. Soalnya, data yang diambil dari jaringan VPN tidak dienskripsi.

Artinya, Anda membuka terowongan bagi berbagai virus dan hacker untuk mengakses data pribadi Anda. Salah satu bahaya yang wajib diantisipasi ketika menggunakan VPN gratis ialah penjualan data ilegal. Adapun pihak ilegal yang dimaksud adalah seperti korporasi pengirim spam e-mail atau hacker.

Kemudian risiko kedua saat menggunakan VPN gratisan ialah kemungkinan pihak penyedia layanan malah menggunakan IP Address sebagai Network Endpoint. Network Endpoint ini berguna untuk meningkatkan bandwith layanan VPN untuk meningkatkan kecepatan internet pemakai internet lainnya.

Risiko lain penggunaan VPN gratisan adalah serangan Man in the Middle, yakni serangan terhadap sistem komputer yang saling berhubungan satu sama lain.

Ada potensi si penyerang berada di tengah jalur komunikasi dan menggunakannya untuk membaca, membajak, mencuri data, atau paling buruk adalah menyisipkan malware. Bahaya lain yang bisa muncul dalam penggunaan VPN gratisan adalah potensi bocornya data dan IP ke publik.

Mengakses internet menggunakan VPN gratisan kadang kala juga membuat koneksi menjadi lebih lambat.

Daftar VPN yang bisa Anda Gunakan saat Pemblokiran Situs

Berdasarkan data dari WizCase, ini dia daftar rekomendasi VPN yang bisa Anda gunakan di saat situasi pemblokiran situs oleh pemerintah.

1. Express VPN

Express VPN menawarkan kecepatan yang paling progresif untuk VPN dan memberikan pengguna privasi penuh untuk mengakses website yang diblokir pemerintah.

2. Cyber Ghost

Dengan 5 profil pengguna yang bisa Anda pilih, Cyber Ghost mencari server yang terbaik untuk kebutuhan Anda. VPN ini cocok untuk torrenting, akses ke konten Netflix US, dan memiliki 3.700 server di dunia. Mereka juga emmilliki customer support yang baik.

3. Surfshark

Pendatang baru di industri VPN. Surfshark memiliki semua; harga yang rendah, kemananan yang baik, dan bisa melewati hampir semua blokiran. Aplikassi ini bisa digunakan pada Windows, MacOS, Linux, Android, dan iOS. Anda juga bisa mengakses Netflix US dengan koneksi yang tidak terbatas.

4. Nord VPN

Dengan tingkatan barbasis enskripsi militer, Nord VPN bisa Anda pertimbangkan menjadi VPN terbaik dibanding yang lainnya. Memungkinkan akses program yang diblok di seluruh dunia.

5. Private VPN

Berlokasi di Swedia, sebuah negara yang dikenal dengan hukum privasi yang ketat Private VPN berkembang di sana. Anda akan aman menggunakan VPN ini dan menjadi anonymous. Dengan IP yang satatis cocok buat torrenting. Cuma tinggal sekali klik.

6. IP Vanish

VPN ini memiliki kinerja yang luar biasa baik dari segi kemanan dan kecepatan, VPN ini bekerja dengan gayanya sendiri. IP Vanish memiliki 40.000 IP Adress dan bisa memalsukan IP Anda untuk menghindari pemblokiran situs.

7. Saver VPN

VPN ini memberikan kecepatan dan bandwidth yang tidak terbatas. Anda juga bisa berpindah-pindah lokasi. VPN ini memiliki 750 server di seluruh dunia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *