• hello@ibig.id
UGC Teknik Marketing Anti Repot
Strategi Digital, Tips Digital

UGC Teknik Marketing Anti Repot

Harleta Nityaningrum, 30/09/2019

Ketika Coca Cola melakukan kampanye “Share the coke” di Australia, media sosial tidak berhenti mencuit tentang minuman satu ini. Inti dari kampanye cukup sederhana, setiap kaleng atau botol Coca cola bertuliskan “share this coke with Jane” atau “share this coke with Brian” dan sebagainya. Terdengar sederhana tapi dampaknya cukup terlihat. Coca cola telah sukses menunjukkan efektivitas teknik marketing UGC (User Generated Content).

Apa itu User Generated Content?

Definisi user Generated Content merupakan konten apa saja yang dibuat oleh kontributor tak berbayar, atau bahasa halusnya, fans. Bisa dalam bentuk foto, video, testimoni, tweet, postingan blog, dan aksi apapun yang dilakukan oleh pengguna untuk promosikan suatu brand dan bukan brand sendiri yang promosi.

Apakah UGC terdengar seperti pemasaran modern yang terlalu dilebih-lebihkan? Nyatanya tidak juga. User Generated Content telah ada untuk beberapa tahun kebelakang dan kian menanjaki tangga popularitas di tengah ramai dan cepatnya dunia internet.

Kenapa Teknik UGC Sangat Efektif, Anti Repot, dan Anda Wajib Coba?
Sekali lagi UGC bukanlah teknik baru lahir kemarin. Banyak digital marketing terbaik memanfaatkan teknik UGC untuk pastikan tujuan pemasaran tercapai. Tapi kenapa UGC di klaim sebagai pemasaran efektif anti repot? Kenapa brand harus mendorong konsumen berbagi mengenai produk mereka? Kenapa tidak buat iklan sendiri saja?

Supaya lebih jelas, simak 5 point berikut:

 

  • UGC mengedepankan Konsumen
    Bisnis yang berorientasi pada konsumen semakin populer, karena perusahaan secara konsisten harus berusaha mengikuti trend yang terus berubah di antara pemirsa mereka. Mengingat fase cepat dunia digital, rentang perhatian bisa diambil hanya dengan satu jentikan jari saja. Apabila brand tidak berfokus pada konsumen, maka konsumen tinggal mencari brand lain yang akan memberikan perhatian yang mereka butuhkan.

    Pengguna internet sudah semakin canggih dalam mengetahui perusahaan mana yang menggunakan taktik pemasaran hiperbola, dan mana pemasar yang memang otentik dan tranparant dengan produk mereka. Konsumen merasa tidak perlu bagi Anda untuk memberi tahu mereka mana produk yang lebih baik.

  • Pengguna internet cenderung tidak percaya dengan pemasar
    Sebelumnya telah dijelaskan bahwa pengguna sudah semakin pintar membedakan mana pemasar yang palsu dan mana yang otentik. 10 tahun kebelakang, teknik pemasaran yang terlalu kasar mengalami penurunan dari segi efektivitas.

    Dewasa kini, konsumen mencari cerita, koneksi, dan interaksi dengan apapun, termasuk dengan produk sekalipun.

    Nyatanya, UGC telah ada jauh sebelum internet lahir. Namun, sekarang terdapat platform media yang mudah di akses seluruh dunia. Otomatis 92% orang mempercayai rekomendasi dari pengguna lain dibanding dari brand. Gampang disimpulkan seberapa jauh kepercayaan orang dengan pemasar.

  • Otentik
    Pada penelitian dari Cohn & Wolfe, 63% konsumen mengatakan mereka lebih baik membeli dari perusahaan yang dirasa otentik dibanding yang tidak.

    Otentisitas begitu penting pada dunia digital masa kini. Konsumen bukan lagi pelanggan pasif yang mempercayai iklan tv. Justru, mereka memilih sendiri mana produk yang dirasa dapat terkoneksi dengan mereka. Konsumen ingin diberi suara dalam menentukan produk seperti apa yang mereka inginkan.

  • Return of Investment Cukup Tinggi
    Menurut Comscore, brand engagement meningkat hingga 28% ketika konsumen mendapat penawaran pemasaran profesional dari digital marketing agency terbaik dicampur teknik user generated content.

  • UGC membentuk komunitas
    UGC memberi peluang bagi konsumen untuk bekerja sama. Dibanding menonton perusahaan berusaha memenangkan konsumen, UGC membuat semua orang merasa layak berada dalam satu komunitas keluarga besar.

    Sudah bukan rahasia umum bila seseorang ingin menjadi bagian dari sesuatu. Teori dari MacMillon dan Chavis pada tahun 1986, terdapat 4 hal yang yang mendorong seseorang merasa diterima dalam komunitas:
    – Keanggotaan
    – Pengaruh
    – Integrasi dan pemenuhan kebutuhan
    – Koneksi Emosional

    Pengaruh dan koneksi emosional adalah pendorong UGC terkuat. Keduanya harus dirasakan oleh kedua belah pihak. Komunitas dan anggota sama-sama memberikan rasa emosional dan pengaruh. MacMillon dan Chavis menyatakan bahwa komunitas yang sehat memiliki cerita yang dapat dibagi antar anggota, dan inilah yang menjadi fondasi hubungan mereka.
  • Biaya Lebih Efektif
    Inti UGC adalah pengguna membuat konten. Mereka tidak dibayar dan untuk beragam alasan, entah berbagi pengalaman, membangun koneksi dengan orang-orang sepemikiran, atau mencoba memenangkan sesuatu.

    Apapun alasannya, jelas UGC jauh lebih murah dibanding harus mengeluarkan milyaran untuk iklan berbayar. ‘Keindahan’ user generated content adalah pengguna internet sendiri yang merelakan feeds atau timeline mereka untuk membahas produk Anda.

 

Bagaimana Cara Mendorong Pengguna untuk Partisipasi dalam UGC?
Pada tahap ini, Anda pasti sadar betapa pentingnya UGC untuk brand Anda. Tapi pertanyaannya adalah bagaimana cara mendorong pengguna untuk berpartisipasi? Berikut beberapa caranya:

  • Memiliki hastag brand yang mendorong pengguna untuk ikut menaruh hastag pada postingannya.
  • Adakan kontes lewat Instagram 
  • Pertahankan posisi atas Anda pada image Anda
  • Bujuk pengguna posting foto saat event yang berhubungan dengan brand

Bicara tak semudah melakukan, tapi Anda tidak harus berusaha sendiri. Kini, sudah tersedia jasa digital marketing agency Indonesia terbaik seperti iBiG yang siap membantu Anda aplikasikan teknik UGC untuk kemajuan bisnis Anda. Tidak perlu bingung, Anda bisa langsung konsultasi dengan pakar pemasaran digital terbaik di hello@ibig.id.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *